Tampilkan postingan dengan label ALUTSISTA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ALUTSISTA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Minggu, 29 April 2012
INDONESIA AKAN MEMBANGUN PABRIK YANG AKAN MEMPRODUKSI RUDAL SENDIRI
Rudal C - 705 yang akan diproduksi oleh INDONESIA
Bobot rudal :
Minggu, 25 September 2011
Indonesia-Korsel sepakat Kembangkan Ranpur Bersama
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sepakat mengembangkan panser dan tank bersama. Kesepakatan itu tertuang dalam nota kesepahaman antara PT Pindad dengan Busan Ltd. terkait rencana kerja sama itu di Jakarta, Jumat (9/9).Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan PT Pindad dan Busan akan bersama-sama memproduksi panser Anoa Tarantula. "Indonesia akan membuat 11 unit panser Tarantula dan Korea Selatan 11 unit," katanya.
Dirut PT Pindad Adik Avianto Soedarsono ketika dikonfirmasi ANTARA mengatakan, Anoa Tarantula teknologinya diserap dari Doosan DST. Panser itu akan dipersenjatai kanon 90 mm buatan Belgia.
Dia mengemukakan kontrak kerja sama pengadaan kendaraan tempur tersebut sudah dilakukan pada 2009 sebanyak 22 unit. Sebelas unit "built-up" akan tiba dari Doosan DST, sedangkan sisanya 11 unit dikerjakan oleh Pindad. Tak hanya itu, PT Pindad akan mengembangkan tank ringan mulai 2014, untuk memenuhi kebutuhan pertahanan TNI Angkatan Darat.
Adik mengemukakan rencana tersebut merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan panser dan tank TNI AD yang saat ini 90 persen diisi oleh produk asing. Dia mengemukakan tank ringan itu akan merujuk pada model produk mancanegara saat ini, seperti produk K-21 buatan Doosan DST Korea Selatan dan ACV-300 dari Turki. Tank ringan ini memiliki bobot 15 ton hingga 25 ton dengan penggerak roda rantai.
Infantry Fighting Vehicle K-21
Selain panser dan tank ditandatangani pula pengembangan bersama nota kesepahaman dengan Daewoo International Corporation untuk kerja sama pengembangan kapal cepat rudal (KCR-70).
Selain panser dan KCR-70 kedua negara juga telah melakukan pengadaan bersama empat unit kapal "Landing Platform Dock" (LPD), pesawat jet tempur KFX/1FX dan kapal selam.
Indonesia dan Korsel mengukuhkan kerja sama pertahanan kedua negara ditandai dengan penandatangana nota kesepahaman oleh Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Pos M Hutabarat dan Direktur Biro Kebijakan Kekuatan Korsel Lee Yung Dae.
Penandatanganan nota kesepahaman itu disaksikan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Kwan-jin.
Dengan nota kerja sama, itu kedua negara sepekat untuk memperluas dan meningkatkan kerja sama selain industri pertahanan seperti pelatihan, pendidikan dan pertukaran perwira.
Terkait kerja sama industri pertahanan kedua negara untuk saling bertukar informasi teknologi pertahanan, produksi bersama disertai alih teknologi dan pemasaran produk bersama.
Sumber : ANTARA
Minggu, 14 Agustus 2011
Alutsista Indonesia Diminati Asing by kompas
"Itu (kapal patroli cepat) untuk melindungi teritorial dia. Pertimbangannya, mereka tidak memerlukan kapal besar. Dia pesan dari PT PAL. Mereka minta kredit ekspor," kata Purnomo.
Selain Timor Leste, Purnomo mengatakan, ada beberapa negara lain yang meminati alat utama sistem senjata. Filipina, misalnya, membeli tiga kapal jenis landing platform dock (LPD) atau kapal yang dapat didarati oleh helikopter.
"Kapal ini tidak hanya bisa dipakai untuk mengangkut pasukan, tapi juga untuk operasi penanggulangan bencana," kata Purnomo.
Selain Timor Leste dan Filipina, kata Purnomo, Malaysia dan Korea Selatan juga meminati alutsista buatan Indonesia. Malaysia belum lama ini membeli 32 panser Anoa bermesin Benz buatan PT Pindad. Sementara itu, Korea Selatan membeli 8 pesawat CN 235 buatan PT Dirgantara Indonesia. Purnomo mengatakan, pemerintah berkomitmen terus mengembangkan kualitas alutsista Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)